Langsung ke konten utama

Singkat Tentang "Kota Jogja"

Well, udah lama juga ya nggak ngisi blog.
hari-hari terasa "biasa"aja, nggak ada something yang new, btw ngomong-ngomong soal Jogja udah satu semester nggak kerasa ternyata udah lumayan lama tinggal di Jogja. Kalo orang denger kata Jogja, pasti disangkut-sangkutin sama yang namanya pasar Malioboro. Siapa sih yang nggak tau Malioboro, Malioboro adalah pasar tradisional yang terkenal di Jogja disana banyak segala macam barang, aneka makanan khas, angkringan, transportasi tradisional yang siap nganter kamu keliling daerah Malio untuk cuci mata ataupun berbelanja. Para pedagang disana udah nggak asing lagi bercakap-cakap dengan parawisatawan manca negara, walaupun mereka belum terlalu lanca berbahasa Inggris tapi jangan salah mereka pintar untuk menggaet para turis asing. Ketika menjelang malam, para turis biasanya lebih tertarik untuk mengunjungi Malioboro, disana sudah ada para pengamen jogja yang siap menghibur para turis dan para pengunjung Malioboro dengan angklung dan alat perkusinya (sangat menarik). Para pengamen didaerah Malioboro biasanya berbentuk grup, ada juga dari mereka yang masih bersekolah di Insitut Seni, mereka berkelompok dan memainkan lagu dengan angklung dan alat perkusi. Semakin malam, suasana di Malioboro sangat hangat. Disamping Malioboro terdapat tempat yang juga sama terkenalnya, yaitu Sarkem atau Pasar Kembang. Pasar Kembang yang terkenal sebagai area prostitusi diKota Yogyakarta, pasar kembang ini sudah ada sekitar 198 tahun yang lalu, sarkem sudah ada sejak tahun1818 lalu. diderah ini banyak terdapat hotel, rumah makan,  warung atau tempat-tempat hiburan yang lain. Sarkem juga memiliki segi historis dari awal keberadaannya hingga sekarang.

Jogja terkenal dengan keramahan orang-orangnya, maka tidak heran ada slogan yang mengatakan "Jogja berhati nyaman" hal itu karena masyarakat disini sangat menjunjung tinggi keramahan, gotong royong, dan tidak meninggalkan ciri khas type masyarakat Jawa yang sangat menghormati para tamunya, seperti para wisatawan dan turis asing yang dapat merasakan kenyamanan tinggal di Jogja. Jangan salah selain tempat wisata, Jogja juga terkenal dengan kota pendidikan. Banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada diJogja dan sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya. Perguruan tinggi World Class University di Jogja adalah UGM atau Universitas Gadjah Mada, yang merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia maupun dunia. Perguruan tinngi yang memiliki disiplin ilmu dalam bidang pendidikan adalah UNY atau Universitas Negeri Yogyakarta yang dulunya merupakan IKIP Yogyakarta. Perguruan tinggi yang lainpun sangat banyak dan tidak kalah dengan perguruan tinggi diluar Jogja.

Dijogja banyak memiliki tempat wisata yang bernilai historis dan wajib hukumnya untuk dikunjungi para wisatawan seperti Museum benteng Vredeburg, Museum Affandi, Museum Keraton Ngayogyakarta, Museum Monumen Yogya Kembali, Museum Batik Yogyakarta dan masih banyak lagi. Dijogja juga terkenal candi yang merupakan salah satu dari 7 kajaban dunia, yaitu Candi Borobudur yang telah itetapkan oleh UNESCO, selain candi Borobudur juga banyak terdapat candi seperti candi prambanan, candi kalasan, caandi mendut, candi sewu, candi sambi sari, candi pawon dan masi banyak lagi.

So, hari ini aja kita masih bahas satu kota ya guys belum kota yang lain. maka bersyukur dong bisa tinggal dan hidup di Indonesia dengan segala macam budaya, wisata, kekayaan alam dan keindahan alamnya.
"Ojo lali mbalik neng omah yen kangen karo lemah lairmu"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Pulang

Butuh berapa ratus jam lagi, atau berapa ratus hari lagi untuk pulang kembali seperti dulu. Mungkin dengan pilihan kata yang tepat, coba fikir lagi. Pulang atau  kembali ? Pulang belum tentu kembali bukan? Oh atau aku pulang saja, tapi tak usah kembali? atau aku kembali karena pulang? Sulit memang, usia bertambah atau berkurang? secara umur mungkin bertambah, karena 1+1 tetap 2, apalagi usiamu sekarang, coba hitung sendiri, memang setiap tahun bertambah atau berkurang angkanya? ya bertambah, anak SD saja tau. Tapi mungkin berkurang, karena saat berpulang usia-usia kita pada usia puncak, yaa sebenarnya tidak menutup kemungkinan usia puncak adalah saatnya untuk pulang. Ah lebih baik kembali saja kerumah dan dirumah, daripada berpulang tapi tak kembali kan ? Masih banyak mimpi-mimpi yang belum diraih. Mulai dari menjelajahi Indonesia, tinggal di Turki, foto di Monumen Hachiko, duduk di Lembah Mandalawangi menemui arwah Alm. Soe, naik gunung Semeru, Tidur di Wae Rebo, Naik Pes...

Spirit Buku Harian

Aku senang melihat Ibuku yang setiap pagi menulis harapan dan doanya diatas sticky notes atau dibuku harian kecil yang selalu beliau bawa kemana-mana. Sempat waktu itu aku sedang membereskan dokumen lama miliki Ibuku dan menemukan buku harian ketika ibuku masih kuliah jenjang  D3. Entah spirit apa yang membuat ibuku kuat dan bertahan untuk melanjutkan kuliah hingga menyelesaikan D3nya, mungkin itu yang membuat beliau kini begitu mendukung anak sulungnya untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Satu kalimat yang masih ku ingat, dan mengendap dalam fikiranku, ibuku yang menulisnya dalam buku hariannya,    " Saat ini mungkin aku tak memiliki materi cukup seperti yang lain, semoga tahun ini aku lulus dengan membanggakan, dan bekerja dengan giat. Janjiku untuk calon anakku kelak, dengan apapun aku akan mendukungnya untuk meraih cita-cita ".  Perlahan air mataku  menetes, membayangkan apa yang sedang terjadi saat ibuku menulis curahan hatinya dibuku har...

Rindu di Kedai Kopi

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen #MyCupOfStory Diselenggarakan oleh GIORDANO dan Nulisbuku.com “Permisi kak, ini pesanannya”, pelayan cantik itu tersenyum simpul sambil mengantarkan pesananku   kopi Americano . Sambil membolak-balikkan amplop surat ditanganku, kopi inilah yang akan menjadi sasaranku 3 menit kemudian. Suasana kedai kopi ini selalu sama, tak ada yang berubah selama 1 tahun terakhir hanya beberapa lukisan yang menggantung di dinding dan beberapa puisi menghiasi sudut-sudut ruangan. Dan jika aroma kopi yang membawamu kembali Kaki ku akan sering mengunjungi kedai ini Tak hanya memesan secangkir Lebih dari itu Lalu kau kembali Karena mencium aroma kopiku Aku membacanya berulang kali, puisi itu menempel tepat di sampingku. Hampir setiap sore berkunjung, sudut kedai ini menurutku yang terbaik. Dinding kayu berhiaskan sastra klasik, puisi-puisi dari pengunjung dan lukisan yang berbaur bersama dinding, membuat p...