Langsung ke konten utama

About "first love"

Everyone have first love  mungkin itu kata yang tepat menggambarkan bahwa cinta itu pasti datang kepada setiap makhluk Tuhan. Beberapa orang mungkin ada yang nggak percaya tentang "first love", sebaliknya ada juga orang yang sangat percaya bahwa first love adalah sebagian kenangan  yang bisa mempengaruhi lika liku hidup seseorang sampai sekarang. Well, pengalaman yang bikin seseorang memiliki penilaian yang berbeda, dan pengalaman nggak selalu indah. Mungkin mereka memiliki pengalaman yang buruk ataupun sebaliknya. Titik awal first love itulah yang menjadikan seseorang memiliki penilaian yang berbeda tentang apa itu cinta.
Pengalaman yang terlalu manis dengan first love menurutku sih bisa jadi bumerang juga dalam hidup seseorang, karena ketika mereka sepakat untuk memilih jalan masing-masing yaaaa dengan kata lain berpisah, pasti dibenak mereka masih timbul perasaan-perasaan ingin mengulang kembali hal-hal manis tersebut, walaupun saat ini mereka dihadapkan dengan hubungan yang serius dengan cinta dan orang yang baru. Ketika ada sedikit guncangan dalam hubungan baru tersebut, mereka akan flashback menuju masa lalunya dan terbesit ingin  kembali pada masa dimana ia bahagia bersama  first lovenya.
Sebaliknya, pengalaman buruk akan sangat lebih berpengaruh pada hidup seseorang terutama dalam memandang apa itu cinta. Takut untuk menjalin hubungan baru, dapat dikatakan sebagai trauma masa lalu, perlu pengertian yang lebih dan dukungan orang-orang diaekitar. Mereka yang memiliki trauma untuk menjalin hubungan baru akan pesimis dan selalu berfikir negatif dengan lawan jenis (ngerii).
Hidup didunia dengan segala macam rasa, dan cinta salah satunya yang mewarnai. Seseorang yang dari dulu hingga sekarang masih belum bisa melupakan cinta pertamanya dan mungkin juga masih berjuang untuk mendapatkan kembali cinta pertamanya, patut diberi apresiasi. 1:1000 orang didunia yang sangat setia dengan cinta pertamanya. W
Sebelumnya pasti ada alasan mengapa hubungan kamu dengan cinta pertama kamu berakhir, ya kan guys. Hmmm alasan itu mungkin yang membuat kamu enggan untuk kembali dengan cinta pertama kamu, yaa walaupun si dia belum bisa ngelupain kamu. Rumit emang, tapi kembali lagi pada konsep "Jodoh ada ditangan Tuhan" bila dia emang yang terbaik untuk kamu, sekuat apapun kamu ngelak dia akan kembali bersamamu, begitu juga sebaliknya sekuat apapun kamu mempertahankan apabila dia bukan jodoh kamu dia akan pergi bersama orang yang sudah ditakdirkan bersamanya.
So love is mystery 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Pulang

Butuh berapa ratus jam lagi, atau berapa ratus hari lagi untuk pulang kembali seperti dulu. Mungkin dengan pilihan kata yang tepat, coba fikir lagi. Pulang atau  kembali ? Pulang belum tentu kembali bukan? Oh atau aku pulang saja, tapi tak usah kembali? atau aku kembali karena pulang? Sulit memang, usia bertambah atau berkurang? secara umur mungkin bertambah, karena 1+1 tetap 2, apalagi usiamu sekarang, coba hitung sendiri, memang setiap tahun bertambah atau berkurang angkanya? ya bertambah, anak SD saja tau. Tapi mungkin berkurang, karena saat berpulang usia-usia kita pada usia puncak, yaa sebenarnya tidak menutup kemungkinan usia puncak adalah saatnya untuk pulang. Ah lebih baik kembali saja kerumah dan dirumah, daripada berpulang tapi tak kembali kan ? Masih banyak mimpi-mimpi yang belum diraih. Mulai dari menjelajahi Indonesia, tinggal di Turki, foto di Monumen Hachiko, duduk di Lembah Mandalawangi menemui arwah Alm. Soe, naik gunung Semeru, Tidur di Wae Rebo, Naik Pes...

Spirit Buku Harian

Aku senang melihat Ibuku yang setiap pagi menulis harapan dan doanya diatas sticky notes atau dibuku harian kecil yang selalu beliau bawa kemana-mana. Sempat waktu itu aku sedang membereskan dokumen lama miliki Ibuku dan menemukan buku harian ketika ibuku masih kuliah jenjang  D3. Entah spirit apa yang membuat ibuku kuat dan bertahan untuk melanjutkan kuliah hingga menyelesaikan D3nya, mungkin itu yang membuat beliau kini begitu mendukung anak sulungnya untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Satu kalimat yang masih ku ingat, dan mengendap dalam fikiranku, ibuku yang menulisnya dalam buku hariannya,    " Saat ini mungkin aku tak memiliki materi cukup seperti yang lain, semoga tahun ini aku lulus dengan membanggakan, dan bekerja dengan giat. Janjiku untuk calon anakku kelak, dengan apapun aku akan mendukungnya untuk meraih cita-cita ".  Perlahan air mataku  menetes, membayangkan apa yang sedang terjadi saat ibuku menulis curahan hatinya dibuku har...

Rindu di Kedai Kopi

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen #MyCupOfStory Diselenggarakan oleh GIORDANO dan Nulisbuku.com “Permisi kak, ini pesanannya”, pelayan cantik itu tersenyum simpul sambil mengantarkan pesananku   kopi Americano . Sambil membolak-balikkan amplop surat ditanganku, kopi inilah yang akan menjadi sasaranku 3 menit kemudian. Suasana kedai kopi ini selalu sama, tak ada yang berubah selama 1 tahun terakhir hanya beberapa lukisan yang menggantung di dinding dan beberapa puisi menghiasi sudut-sudut ruangan. Dan jika aroma kopi yang membawamu kembali Kaki ku akan sering mengunjungi kedai ini Tak hanya memesan secangkir Lebih dari itu Lalu kau kembali Karena mencium aroma kopiku Aku membacanya berulang kali, puisi itu menempel tepat di sampingku. Hampir setiap sore berkunjung, sudut kedai ini menurutku yang terbaik. Dinding kayu berhiaskan sastra klasik, puisi-puisi dari pengunjung dan lukisan yang berbaur bersama dinding, membuat p...