Aku senang melihat Ibuku yang setiap pagi menulis harapan dan doanya diatas sticky notes atau dibuku harian kecil yang selalu beliau bawa kemana-mana. Sempat waktu itu aku sedang membereskan dokumen lama miliki Ibuku dan menemukan buku harian ketika ibuku masih kuliah jenjang D3. Entah spirit apa yang membuat ibuku kuat dan bertahan untuk melanjutkan kuliah hingga menyelesaikan D3nya, mungkin itu yang membuat beliau kini begitu mendukung anak sulungnya untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Satu kalimat yang masih ku ingat, dan mengendap dalam fikiranku, ibuku yang menulisnya dalam buku hariannya,
"Saat ini mungkin aku tak memiliki materi cukup seperti yang lain, semoga tahun ini aku lulus dengan membanggakan, dan bekerja dengan giat. Janjiku untuk calon anakku kelak, dengan apapun aku akan mendukungnya untuk meraih cita-cita".
Perlahan air mataku menetes, membayangkan apa yang sedang terjadi saat ibuku menulis curahan hatinya dibuku harian itu.
Kau tau? mungkin jika aku tak membacanya, semangatku mungkin tak semembara ini. Tanggung jawabku kini mulai jelas (Membahagiakan ibu dan ayahku).
Ahh semoga semester 4 ini membaik, dengan cepat waktu berputar, hingga tak terasa pusing aku dibuatnya. Semester 5 sudah menunggu didepan mata, buku-buku pendatang baru dimeja belajar masih dalam suasana liburan, aku masih ingin membaca novel terjemahan, cerita perjalanan, dan ilmu-ilmu tentang kepenulisan yang lain, November mungkin akan datang buku-buku baru dimeja belajar yang serius dan ilmiah pastinya.
Senin pagi ini aku sedang termangu, melihat daftar keinginan dan harapan pada semester 4 yang belum terealisasi sama sekali. Tapi aku meyakini takdir, seperti nelayan meyakini angin dan ombak, yang akan membawanya kembali. Semua telah diatur sang kuasa, sutradara kita bukanlah waktu dan uang, sutradara kita adalah Tuhan yang telah menggariskan dan menulis skenario kemana jalan dan arah hidup kita kedepan, tapi itu semua rahasia, ingat rahasia. Tuhan hanya menitipkan pesan, janganlah engkau pasrah dan tak berdaya.
Senin pagi ini aku sedang termangu, melihat daftar keinginan dan harapan pada semester 4 yang belum terealisasi sama sekali. Tapi aku meyakini takdir, seperti nelayan meyakini angin dan ombak, yang akan membawanya kembali. Semua telah diatur sang kuasa, sutradara kita bukanlah waktu dan uang, sutradara kita adalah Tuhan yang telah menggariskan dan menulis skenario kemana jalan dan arah hidup kita kedepan, tapi itu semua rahasia, ingat rahasia. Tuhan hanya menitipkan pesan, janganlah engkau pasrah dan tak berdaya.
Selamat hari Senin, semoga aktivitas kalian menyenangkan dan selalu optimis dalam menggapai cita-cita :*
Salam Rindu
Komentar
Posting Komentar