Langsung ke konten utama

Postingan

Learn About Life

Cerita teman (Pl) P ernikahan adalah suatu hal yang sakral, sekali seumur hidup. Keputusan untuk menikah bukanlah keputusan yang mudah, dalam hal ini diperlukan kematangan secara mental, materi, dan fisik. Kehidupan pernikahan adalah kehidupan yang dijalani, dua orang saling mengasihi dengan segala penerimaan satu sama lain. akan tetapi tidak sedikit orang-orang disana menikah dan menjalani kehidupan yang tidak seperti yang di bayangkan, kehidupan dimana satu sama lain saling berbeda prinsip, saling menyakiti bahkan saling mengkhianati. Kehidupan dalam keluarga merupakan kehidupan yang menjadi pijakan seseorang untuk bersosialisasi dilingkungan, keluarga adalah cermin bagaimana seseorang bersikap dan bertindak. Banyak teman-teman saya menjadi pribadi yang rentan akan pergantian mood dan gejolak emosi yang benar-benar tidak stabil. Hal itu ditunjukkan ketika mereka dalam keadaan tertekan oleh keadaan, tugas kuliah, masalah pribadi, dan under pressure lain. Nasehat keh...
Postingan terbaru

Akibat Labelling dalam Lingkungan

Terkadang ada satu waktu dimana seseorang terlihat bodoh, tapi sesekali. Seseorang yang sebenarnya tidak terlalu mengenalmu, dan bahkan hanya tau sekilas tentang hidupmu membawa banyak perubahan ketika orang lain memandangmu  hanya dari satu perspektif, dan satu suara itu perlahan menjadi dominan hingga menjadi topik pembicaraan di dalam sebuah kelompok. Kepercayaan, sulit rasanya membangun itu ketika sudah di cap sebagai orang yang (terlihat bodoh) dan seakan tidak bisa mengemban suatu amanah. Apa kalian tau? Orang yang sudah memiliki label tersebut, bahkan apapun yang ia lakukan hanyalah kesalahan, dan benar hanyalah kebetulan. Mungkin jika di akumulasi berapa kali seseorang bertindak bodoh di depan orang lain, dengan akumulasi berapa kali seseorang tersebut berguna untuk orang lain, poin kedua hanyalah bayangan yang memang mereka anggap itu adalah sebuah kebetulan dan biasa saja. Perubahan dalam diri seseorang sangat terkait dengan bagaimana ia diperlakukan oleh lingkungan di...

Sintesis

Jika hidup hanyalah untuk menabung kebaikan, kenapa harus ada kejahatan. Padahal tak semua orang menabung untuk kebaikan, masih banyak mereka diluar sana yang melakukan kejahatan. Apa yang sedang terjadi? Malam ini penuh makna, bulan semakin diam, semakin malam semakin diam, bintang mulai tak nampak, apa akan turun hujan? Kadang hati dan  rasio manusia bertolak belakang, kadang aku menganggap wajar. Jika didunia yang katanya fana,  dan hanyalah persinggahan, masih ada peperangan, masih ada penipuan, masih ada penindasan, masih ada penjajahan, sekalipun tak ada justru bumi ini terlalu normal dan berjalan sesuai harap. Jika menelisik kebelakang, kenapa harus ada hal-hal yang kusebutkan tadi? Kenapa bumi ini begitu kejam dan keras, padahal manusia diciptakan hanyalah untuk menebarkan kebaikan dan saling menjaga perdamaian. Berapa lama kita hidup di dunia? Selama itukah hingga sampai sekarang  masih ada regenerasi kelompok elit, keterpeliharan kelompok marjinal dia...

Spirit Buku Harian

Aku senang melihat Ibuku yang setiap pagi menulis harapan dan doanya diatas sticky notes atau dibuku harian kecil yang selalu beliau bawa kemana-mana. Sempat waktu itu aku sedang membereskan dokumen lama miliki Ibuku dan menemukan buku harian ketika ibuku masih kuliah jenjang  D3. Entah spirit apa yang membuat ibuku kuat dan bertahan untuk melanjutkan kuliah hingga menyelesaikan D3nya, mungkin itu yang membuat beliau kini begitu mendukung anak sulungnya untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Satu kalimat yang masih ku ingat, dan mengendap dalam fikiranku, ibuku yang menulisnya dalam buku hariannya,    " Saat ini mungkin aku tak memiliki materi cukup seperti yang lain, semoga tahun ini aku lulus dengan membanggakan, dan bekerja dengan giat. Janjiku untuk calon anakku kelak, dengan apapun aku akan mendukungnya untuk meraih cita-cita ".  Perlahan air mataku  menetes, membayangkan apa yang sedang terjadi saat ibuku menulis curahan hatinya dibuku har...

Kembali Pulang

Butuh berapa ratus jam lagi, atau berapa ratus hari lagi untuk pulang kembali seperti dulu. Mungkin dengan pilihan kata yang tepat, coba fikir lagi. Pulang atau  kembali ? Pulang belum tentu kembali bukan? Oh atau aku pulang saja, tapi tak usah kembali? atau aku kembali karena pulang? Sulit memang, usia bertambah atau berkurang? secara umur mungkin bertambah, karena 1+1 tetap 2, apalagi usiamu sekarang, coba hitung sendiri, memang setiap tahun bertambah atau berkurang angkanya? ya bertambah, anak SD saja tau. Tapi mungkin berkurang, karena saat berpulang usia-usia kita pada usia puncak, yaa sebenarnya tidak menutup kemungkinan usia puncak adalah saatnya untuk pulang. Ah lebih baik kembali saja kerumah dan dirumah, daripada berpulang tapi tak kembali kan ? Masih banyak mimpi-mimpi yang belum diraih. Mulai dari menjelajahi Indonesia, tinggal di Turki, foto di Monumen Hachiko, duduk di Lembah Mandalawangi menemui arwah Alm. Soe, naik gunung Semeru, Tidur di Wae Rebo, Naik Pes...
Udah lama ya vakum? jadi malu kan ya majang alamat blog disosmed tapi blognya jarang update :( Selamat malam untuk para mahasiswa/i semoga tetap sabar dan kuat menjalani tugas-tugas yang Dosen berikan, yakin saja tugas-tugas yang se`abrek` itu adalah wahana buat kalian agar hobby menulis.Mungkin ada sedikit tips buat kalian yang sering begadang malam, pagi-pagi bangun kesiangan dan alhasil meninggalkan kewajiban sebagai Makhluk Tuhan yang harus menyembah Ilahi 5x dalam sehari. Point 1 Gunakan TIME TABLE   letakkan Time Table didepan meja belajar kalian, mulai dari hari senin-minggu susunlah jadwal kalian dengan baik dan benar, sesuai dengan kondisi dan kewajiban yang harus kalian laksanakan. Point 2 Pasang ALARM Boleh banget kalian pasang alarm seharian penuh, mulai dari jadwal sholat, jadwal ngumpuln tugas jam berapa dan dimana, jadwal rapat, dan semua dateline yang harus kalian penuhi pada hari itu Point 3 Pasang foto Kedua Orang Tua kalian, atau orang-orang yang membu...
Lewat kata aku mulai bercerita, andai kau tau saja. Berfikir sendiri itu tidak enak, memutuskan sendiri itu memusingkan, apalagi bercerita sendiri seperti orang gila. Seusai perbincangan yang melelahkan dan menjemukan, perbincangan kita tentang laba dan rugi. Apa diotakmu hanya ada uang? Apa hidupmu serealistis itu ? karena ada masanya hidup hanya berbekal hati. Bukan kesalahan jika mengurungkan niat mengarungi samudera yang terlalu luas. Ketidakmungkinan yang dipaksakan atau ketidakmungkinan yang diperjuangkan, dua hal yang menurutku tipis maknanya. Ada beberapa hal yang membuat  tajam sekali ketimpangan kita, kebiasaan yang berbeda, pola fikir yang berbeda, cara pandang yang berbeda. Hanya satu yang sama, yaitu “tujuan”, kesamaan itu yang membuatku berfikir ulang.  Menggapai tujuan dengan cara yang berbeda, sama saja berjalan tanpa partner. Melalui masa-masa sulit sendiri, dan akhirnya saling bertemu ditujuan akhir. Ketika proses kita jalani masing-masing, cerita mana y...