Lewat kata aku mulai bercerita, andai kau tau
saja. Berfikir sendiri itu tidak enak, memutuskan sendiri itu memusingkan,
apalagi bercerita sendiri seperti orang gila. Seusai perbincangan yang
melelahkan dan menjemukan, perbincangan kita tentang laba dan rugi. Apa
diotakmu hanya ada uang? Apa hidupmu serealistis itu ? karena ada masanya hidup
hanya berbekal hati. Bukan kesalahan jika mengurungkan niat mengarungi samudera
yang terlalu luas. Ketidakmungkinan yang dipaksakan atau ketidakmungkinan yang
diperjuangkan, dua hal yang menurutku tipis maknanya. Ada beberapa hal yang
membuat tajam sekali ketimpangan kita, kebiasaan yang berbeda, pola fikir
yang berbeda, cara pandang yang berbeda. Hanya satu yang sama, yaitu “tujuan”,
kesamaan itu yang membuatku berfikir ulang. Menggapai tujuan dengan cara
yang berbeda, sama saja berjalan tanpa partner. Melalui masa-masa sulit
sendiri, dan akhirnya saling bertemu ditujuan akhir. Ketika proses kita jalani
masing-masing, cerita mana yang bisa kita jadikan topik pembicaraan? Pengalaman
apa yang menguatkan kita nantinya kelak? Entahlah, cukupkan saja.
Jogja, Desember
Komentar
Posting Komentar