Langsung ke konten utama

Tips nekel dosen yang BAPER

Morn sahabat babi

Ehem mungkin ada yaaa diantara kalian yang punya dosen yang BAPER (Bawa Perasaan), nah gimana cara kalian menyikapinya. Kalian ngga mau dong yaa kalo kalian salah menempatkan diri terutama didepan dosen yang baper. kebanyakan dosen kayak gitu, mereka emang mempunyai riwayat kepribadian yang sensitif, jadi kita harus pinter-pinter nih ambil hati mereka.


Ok, share pengalaman dulu nih hari ini ada jadwal salah satu mata kuliah yang masuk pagi. Dari awal masuk, gue udah buru-buru banget, karena malemnya gue lumayan begadang baca buku Ilmu Negara.. dan akhirnya udah beranjak pagi, seperti biasa jam 5 ambil air wudhu terus sholat, eh nggak kerasa abis sholat gue ketiduran dan gue bangun jam 6 lewat 15. belum mandi, belum cuci baju, belum masak nasi, maklum anak kos. tapi gue udah siap kok buat kuliah, karena tadi malem gue udah belajar. Pake baju seadanya, nggak disetrika langsung berangkat buru-buru dan jurus jalan cepat pun mulai keluar, alhasil nyampek ruang kelas gue nggak telat Alhamdulillah.... Tibalah saatnya gue memulai mata kuliah dengan perasaan nggak enak.

Tiba saatnya dosen menjelaskan mata kuliahnya setelah presentasi kelompok 1 diepan, beliau waktu itu tanya salah satu materi dan gue jawab bebarengan sama beliau. gue gak sadar kalau beliau tersinggung, pas gue jawab pertanyaannya. langsung beliau bilang gini "Coba mbak jelaskan apa yang dimakasud.....daripada nanti suara saya bebarengan dengan suara mbak, kalau mbak bisa coba jelaskan!" oke disitu gue nerveous banget, gue takut aja itu dosen tersinggung atau gak suka sama gue, terus gue jelasin materinya sepengetahuan gue aja. Beliau bilang "Oh gitu, jadi kamu jabarkan? yaa lumayan baik" heeem udah abis itu gue sempet diem gak ngomong apa-apa.

Next, beliau jelasin materi lagi dan suasana dikelas itu hening banget, daripada sama dosen-dosen lain suasana waktu itu tenang banget. tiba-tiba dosen gue berhenti sejenak dan ngomong gini "mohon ya, jangan ada suara bisik-bisik itu akan mengganggu saya untuk berbicara megungkapkan apa yang sudah ada dikepala saya"
Oh my god, padahal itu kelas udah sunyi sepi banget kayak kuburan, kok masih aja katanya ada yang bisik-bisik. Nggak memungkiri sih, tiap orang punya sifat dan kepribadian masing-masing, disitu gue ambil kesimpulan bahwa beliau emang "Baper".

Nih tips-tips buat kalian yang punya dosen kayak gitu
1. Jangan bersuara sama sekali saat beliau lagi jelasin materi
2. Jangan jawab pertanyaan kalo emang lu nggak ditunjuk (nanti kesannya dikira sok pinter)
3. Pasang wajah serius saat dosen jelasin materi
4. Jangan pernah senyum-senyum sendiri (dikira ntar nyepelein)
5. Jangan dijawab kalo beliau lagi mengkritik

dari pengalaman yang gue alami tadi, mungkin gue bisa share ke kalian sahabat babi. Jangan diulangin ya apa yang gue alami tadi, praktekin tuh tips-tipsnya mungkin bisa mengurangi resiko kalian dipojokin sama dosen.
Maybe enough ya guys


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Pulang

Butuh berapa ratus jam lagi, atau berapa ratus hari lagi untuk pulang kembali seperti dulu. Mungkin dengan pilihan kata yang tepat, coba fikir lagi. Pulang atau  kembali ? Pulang belum tentu kembali bukan? Oh atau aku pulang saja, tapi tak usah kembali? atau aku kembali karena pulang? Sulit memang, usia bertambah atau berkurang? secara umur mungkin bertambah, karena 1+1 tetap 2, apalagi usiamu sekarang, coba hitung sendiri, memang setiap tahun bertambah atau berkurang angkanya? ya bertambah, anak SD saja tau. Tapi mungkin berkurang, karena saat berpulang usia-usia kita pada usia puncak, yaa sebenarnya tidak menutup kemungkinan usia puncak adalah saatnya untuk pulang. Ah lebih baik kembali saja kerumah dan dirumah, daripada berpulang tapi tak kembali kan ? Masih banyak mimpi-mimpi yang belum diraih. Mulai dari menjelajahi Indonesia, tinggal di Turki, foto di Monumen Hachiko, duduk di Lembah Mandalawangi menemui arwah Alm. Soe, naik gunung Semeru, Tidur di Wae Rebo, Naik Pes...

Spirit Buku Harian

Aku senang melihat Ibuku yang setiap pagi menulis harapan dan doanya diatas sticky notes atau dibuku harian kecil yang selalu beliau bawa kemana-mana. Sempat waktu itu aku sedang membereskan dokumen lama miliki Ibuku dan menemukan buku harian ketika ibuku masih kuliah jenjang  D3. Entah spirit apa yang membuat ibuku kuat dan bertahan untuk melanjutkan kuliah hingga menyelesaikan D3nya, mungkin itu yang membuat beliau kini begitu mendukung anak sulungnya untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Satu kalimat yang masih ku ingat, dan mengendap dalam fikiranku, ibuku yang menulisnya dalam buku hariannya,    " Saat ini mungkin aku tak memiliki materi cukup seperti yang lain, semoga tahun ini aku lulus dengan membanggakan, dan bekerja dengan giat. Janjiku untuk calon anakku kelak, dengan apapun aku akan mendukungnya untuk meraih cita-cita ".  Perlahan air mataku  menetes, membayangkan apa yang sedang terjadi saat ibuku menulis curahan hatinya dibuku har...

Rindu di Kedai Kopi

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen #MyCupOfStory Diselenggarakan oleh GIORDANO dan Nulisbuku.com “Permisi kak, ini pesanannya”, pelayan cantik itu tersenyum simpul sambil mengantarkan pesananku   kopi Americano . Sambil membolak-balikkan amplop surat ditanganku, kopi inilah yang akan menjadi sasaranku 3 menit kemudian. Suasana kedai kopi ini selalu sama, tak ada yang berubah selama 1 tahun terakhir hanya beberapa lukisan yang menggantung di dinding dan beberapa puisi menghiasi sudut-sudut ruangan. Dan jika aroma kopi yang membawamu kembali Kaki ku akan sering mengunjungi kedai ini Tak hanya memesan secangkir Lebih dari itu Lalu kau kembali Karena mencium aroma kopiku Aku membacanya berulang kali, puisi itu menempel tepat di sampingku. Hampir setiap sore berkunjung, sudut kedai ini menurutku yang terbaik. Dinding kayu berhiaskan sastra klasik, puisi-puisi dari pengunjung dan lukisan yang berbaur bersama dinding, membuat p...