Hai sahabat blogger
ini post pertama yang aku tulis yaa... oke disini aku terinspirasi sama tugas yang kemarin dikaasih sama dosen pembimbing Pengantar Ilmu Hukum.
Bismillah, aku mau mencoba menguraikan kenapa sih banyak wanita yang memilih menjadi seorang PSK. aku sempet baca-baca dari salah satu blog yaiu emmakim28.blogspot.co.id disitu si admin blog menjelaskan kenapa kok bisa terjadi banyak penyimpangan sosial terutama dalam pekerjaan menjadi PSK ini.
Banyak yang bilang menjadi PSK merupakan jalan terakhir untuk memenuhi segala kebutuhan yang serba mahal, ada juga yang mempunyai alasan menjadi PSK karena tidak memiliki skill untuk bekerja atau ada juga yang menjadi PSK karena memang dorongan dari diri masing-masing.
Dapat kita lihat faktor pencetus menjadi seorang PSK sebenarnya dapat kita telusuri lebih mendalam, melalui riwayat kehidupannya sejak masih kecil.
Tidak dipungkiri bahwa seorang anak yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan keluarganya (Orang tua) kemungkinan besar kelak saat dia menginjak remaja lalu dewasa dia akan cenderung menjadi Ego sentris (melakukan segala sesuatu yang menurut cara pandang dirinya adalah benar) sehingga super egonya tidak berkembang dengan baik.
Super ego disini merupakan yang menjembatani antara "id" dan "ego", apabila idnya semakin membesar dengan didukung oleh ego maka superegolah yang menentukan apakah yang akan dilakukan setelah itu baik atau buruk baginya. dengan kata lain superego inilah yang menjadi pengendali segala tingkah laku.
apabila superego seseorang sudah hilang atau tidak berkembang maka seseorang itu akan lebih mudah untuk melakukan penyimpangan sosial atau abnormal ketika dia diusia remaja hingga dewasa.
banyak wanita yang sekarang salah kaprah dalam memilih pekerjaan, banyak pernyataan yang muncul seperti "yang penting menghasilkan uang" tanpa memikirkan apa hal-hal yang akan terjadi kelak. walaupun mereka melakukaknnya dengan pengaman atau sering disebut "kondom" akan tetapi penyakit HIV/AIDS itu bisa saja merenggut jiwa mereka.
sering-seringlah terbuka terutama kepada orang tua, dengan begitu kita akan selalu mendapatkan nasehat-nasehat dan pengalaman yang mereka miliki sehingga kita tidak akan melakukan hal yang salah saat kita remaja hingga dewasa. Semoga bermanfaat yaaa....
ini post pertama yang aku tulis yaa... oke disini aku terinspirasi sama tugas yang kemarin dikaasih sama dosen pembimbing Pengantar Ilmu Hukum.
Bismillah, aku mau mencoba menguraikan kenapa sih banyak wanita yang memilih menjadi seorang PSK. aku sempet baca-baca dari salah satu blog yaiu emmakim28.blogspot.co.id disitu si admin blog menjelaskan kenapa kok bisa terjadi banyak penyimpangan sosial terutama dalam pekerjaan menjadi PSK ini.
Banyak yang bilang menjadi PSK merupakan jalan terakhir untuk memenuhi segala kebutuhan yang serba mahal, ada juga yang mempunyai alasan menjadi PSK karena tidak memiliki skill untuk bekerja atau ada juga yang menjadi PSK karena memang dorongan dari diri masing-masing.
Dapat kita lihat faktor pencetus menjadi seorang PSK sebenarnya dapat kita telusuri lebih mendalam, melalui riwayat kehidupannya sejak masih kecil.
Tidak dipungkiri bahwa seorang anak yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan keluarganya (Orang tua) kemungkinan besar kelak saat dia menginjak remaja lalu dewasa dia akan cenderung menjadi Ego sentris (melakukan segala sesuatu yang menurut cara pandang dirinya adalah benar) sehingga super egonya tidak berkembang dengan baik.
Super ego disini merupakan yang menjembatani antara "id" dan "ego", apabila idnya semakin membesar dengan didukung oleh ego maka superegolah yang menentukan apakah yang akan dilakukan setelah itu baik atau buruk baginya. dengan kata lain superego inilah yang menjadi pengendali segala tingkah laku.
apabila superego seseorang sudah hilang atau tidak berkembang maka seseorang itu akan lebih mudah untuk melakukan penyimpangan sosial atau abnormal ketika dia diusia remaja hingga dewasa.
banyak wanita yang sekarang salah kaprah dalam memilih pekerjaan, banyak pernyataan yang muncul seperti "yang penting menghasilkan uang" tanpa memikirkan apa hal-hal yang akan terjadi kelak. walaupun mereka melakukaknnya dengan pengaman atau sering disebut "kondom" akan tetapi penyakit HIV/AIDS itu bisa saja merenggut jiwa mereka.
sering-seringlah terbuka terutama kepada orang tua, dengan begitu kita akan selalu mendapatkan nasehat-nasehat dan pengalaman yang mereka miliki sehingga kita tidak akan melakukan hal yang salah saat kita remaja hingga dewasa. Semoga bermanfaat yaaa....
Komentar
Posting Komentar