Seringkali kita menjadi seorang "penyimpul", tak terkecuali dalam menilai orang pada kesan pertama. Hal ini terjadi secara wajar dan alami, karena manusia terbatas dalam hal menilai orang lain. Kesan pertama yang dilihat secara umum adalah penampilan (wajah, pakaian, bentuk tubuh), selanjutnya suara, dan terakhir perilaku. Banyak yang menyimpulkan, ketika kesan pertama bertemu itu merupakan cerminan diri secara keseluruhan.
Hal itu berlaku untuk setiap orang, mereka sering tertipu dengan awal perkenalan. Secara psikologis hal itu dipengaruhi oleh rasa alami manusia yang menyukai keindahan, dan keindahan itu dapat kita lihat menggunakan inderawi yang objeknya adalah manusia berupa penampilan. Penampilan memang suatu yang vital terutama untuk membentuk "merk diri", merk disini merupakan nilai yang dimiliki seseorang, dimana merk disini merupakan nilai yang melekat dalam diri.
1. penampilan, penampilan yang membuat orang menilai bagaimana perilaku, gaya hidup, kepribadian dan segala macam nilai yang melekat pada penampilan. Banyak orang yang memiliki gaya penampilan yang baik, bertolak belakang dengan kepribadiannya yang sama sekali tidak menceminkan bagaimana kesan pertama yang orang lain lihat. Sebagai contoh, para korupt*r yang bepenampilan sangat rapi, terlihat berpendidikan, berwibawa, bertanggungjawab akan tetapi memiliki perilaku yang menyimpang (secara halus). Perilaku menyimpang tersebut tidak hanya kepada lembaganya dia bekerja, bisa juga dalam kehidupan keluarga, dirinya sendiri maupun pada orang lain.
2. Suara, suara merupakan pendukung utama dari penampilan. setelah membuat citra diri dengan penampilan, suara ketika berbicara juga menjadi faktor yang menarik untuk dibahas. Semisal seorang pria dengan penampilan bak seorang binaragawan, memimpin sebuah rapat dan ketika ia berbicara sepatah kata, semua peserta rapat menahan tawa mendengar suaranya yang melengking seperti wanita. Hal itu menjadikan citra diri seseorang turun secara drastis, walaupun citra dirinya telah terbangun dari penampialnnya, akan tetapi mengenai suara seseorang tersebut tidak memiliki ciri yang menggambarkan dengan penampilannya.
3. Perilaku, setelah penampilan dan suara terpenuhi saatnya kita melihat bagaimana perilakunya. Cara melihatnya akan cukup mudah dan secara almami terlihat pada saat itu juga, walaupun ada seseroang yang bertingkah berbeda dari kpribadiannya. Lihatlah bagaimana cara dia berkenalan dengan orang baru, apa saja yang dia lakukan ketika sedang duduk sendiri, selanjutnya adalah melihat kesehariannya. Sulit untuk membuat keimpulan, apakah orang tersebut benar-benar baik dalam perilakunya, terutama jika kita tidak selalu ajeg berada disekitarnya.
Maka dari itu, seseroang tidak dapat dilihat dari bebepa aspek untuk menyimpulkan bagaimana "bobot" yang dimilikinya. Untuk itu diliat dari berbagai macam aspek dan sudut pandang, yang nantinya kita akan tahu dan mengerti dengan sendirinya bagaimana sifat dan karakter seseorang tersebut. So jangan menyimpulkan semuanya diawal pertemuan, karena kita hanyalah manusia yang serba terbatas.
Komentar
Posting Komentar