Manusia memiliki rasa keinginan dan kepuasan yang cukup tinggi. Hal
itu memang sudah menjadi kesepakatan bersama, manusia dikatakan sebagai
“Makhluk yang tidak pernah puas”. Rasa keinginan yang besar dan kepuasan tiada
henti, menjadikan manusia selalu memburu segala sesuatu yang belum
didapatkannya. Diera modern ini, seluruh lapisan kehidupan sudah terjamah oleh
berbagai macam budaya baru dengan berbagai macam pandangan dan falsafah hidup.
Perkembangan zaman selalu berubah dari waktu ke waktu, tanpa
mengenal batas. Kehidupan yang dialami manusia menjadi semakin kompleks baik
dalam pemenuhan kebutuhan hidup yang vital hingga tersier. Kompleksnya
kehidupan manusia, membuat suatu budaya dan peradaban baru yang memerlukan tingkat
pemenuhan kebutuhan yang tinggi.
Untuk sebagian besar orang, hal ini merupakan suatu yang wajar
karena kita harus fleksibel dalam mengikuti perkembangan zaman yang semakin
kompleks. Pergi ke Starbucks untuk meminum secangkir kopi seharga
Rp.50.000, pergi beraktivitas dengan mententeng tas bermerk (tory burch,
charles and keith, christian dior, victoria beckham, calvin klein, kate spade
dll) akan meningkatkan harga diri dan gengsi seseorang, menggunakan sepatu
bermerk (puma, nike, vans, macbeth, diadora, reebok, crocs,dll)
membuat seseorang yang berjalan merasa bangga, tidak ketinggalan pula baju
bermerk yang mereka pakai seperti (Gucci, burberry, chanel, hugo boss, DKNY,
max mara, dior, anna sui, hermes, prada, chloe, dll) membuat mereka semakin
bangga mengenakannya. Untuk menggunakan barang-barang tersebut, tidak sedikit
uang yang mereka keluarkan, hanya untuk kesenangan, kepuasan dan kebanggan
sesaat. Kembali lagi kepada fungsi, apakah gaya hidup yang seperti itu yang dikatakan
gaya hidup modern dan tidak ketinggalan zaman? Apakah tidak terlalu berlebihan,
membelanjakan gaji ataupun pemberian orang tua hanya untuk memenuhi kebanggan
dan kesenangan pribadi terhadap barang-barang bermerk ataupun gaya hidup
yang “hedonis” mengahambur-hamburkan uang untuk pergi sarapan pagi ke MCDonald,
KFC, AW, Pizza Hut dan berbagai macam kebiasaan-kebiasaan baru menuju
kearah hedonis.
Tuntutan untuk memenuhi standar hidup masa kini, membuat orang
berlomba-lomba akan pemenuhan prestise masyarakat. Ketimpangan yang
semakin dalam antara si kaya dan miskin membuat meningkatnya
tingkat kecemburuan sosial, tindak kriminalitas, hilangnya rasa kekeluargaan,
hilangnya rasa peduli terhadap orang lain dan masih banyak lagi. Masyarakat
menjadi seseorang yang Individualis dan menghalalkan segala cara untuk memenuhi
tingkat kehidupannya yang semakin kompleks.
Komentar
Posting Komentar